Materi MOS (Masa Orientasi Siswa) SMPN 5 Panggang
Hari/Tanggal : Senin / 11 Juli 2011
Pembicara : Alex Nurwidiyanto, S.Pd
![]()
Birrul Waalidain
(Berbakti Kepada Kedua Orang Tua)
Birul walidain (berbakti kepada kedua orang tua) termasuk amalan yang paling utama, bahkan hak mereka adalah hak yang kedua setelah hak Allah dan Rasul-Nya.
Al Birr mengandung arti mentaati.
Lawan dari Al Birr adalah Uquuq (durhaka), Termasuk ‘Uquuq (durhaka) kepada orang tua adalah menyelisihi/ menentang keinginan-keinginan mereka dari (perkara-perkara) yang mubah, apalagi sunnah, bahkan terlebih perkara yang wajib.
Berkata Syaikhul Islam Ibn Taimiyyah mudah-mudahan Allah merahmatinya: Berkata Abu Bakr di dalam kitab Zaadul Musaafir "Barangsiapa yang menyebabkan kedua orang tuanya marah dan menangis, maka dia harus mengembalikan keduanya agar dia bisa tertawa (senang) kembali". (Ghadzaul Al Baab 1/382).
Kedudukan Birrul walidain dalam Islam :
1. Birrul walidain atau berbuat baik kepada ibu bapak diletakkan oleh Allah SWT dalam al Qur’an langsung sesudah perintah beribadah hanya kepada Nya semata dan sesudah larangan mempersekutukan Nya seperti dalam Qur’an surat Al Isra’ (17) ayat 23,24 : “wa’budullaha wa laa tusyrikuu bihi syai’a wa bil waalidaini ihsaanaa” dan pada ayat lain al Qur’an surat 2 ayat 83 dan surat 4 ayat 36.
2. Allah SWT mewasiatkan kepada umat manusia untuk berbuat baik kepada kedua orangtua seperti pada Qur’an surat 31 ayat 14 : “wa washshoinal insaana biwaalidaihi” dan ayat 46 ayat 15. Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu-bapaknya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada ibu bapakmu (Luqman: 14). Semua ayat ini dan yang selainnya menunjukkan keagungan hak kedua orang tua. Sungguh Allah telah menjelaskan keadaan seorang ibu, beliau telah mengandung anaknya dalam keadaan kelemahan di atas kelemahan (keadaan yang sangat lemah). Dia mengandung dan melahirkan dalam keadaan yang lemah, susah, dan payah. Sebagaimana di dalam firman Allah ta’ala:
Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada ibu bapaknya, ibunya telah mengandung dengan susah payah, dan melahirkan dengan susah payah (pula) (Al Ahqaf: 15)
3. Allah SWT meletakkan perintah berterima kasih kepada kedua orangtua sesudah perintah berterima kasih kepada Allah SWT seperti pada surat Luqman ayat 14.
4. Rasulullah SAW meletakkan birrul walidain(berbuat baik kepada orang tua) sebagai amalan yang disukai atau yang terbaik sesudah sholat tepat waktu.
5. Rasulullah SAW meletakkan ‘uququl walidain (durhaka kepada kedua orangtua) sebagai dosa besar nomor dua sesudah syirik kepada Allah sebagaimana yang diriwayat oleh Abu Bakrah Nufa’I ibnu al Harits ra, dia berkata : Rasulullah SAW bersabda : “Tidakkah akan kuberitahu kepada kalian dosa-dosa yang paling besar?”. Beliau mengulanginya pertanyaan tersebut hingga tiga kali. Kemudian para shahabat mengiyakan. Lalu Rasulullah SAW menyebutkan : “ yaitu menyekutukan Allah dan durhaka kepada Ibu Bapak”. Kemudian beliau merubah posisi duduknya yang semula bersandar menjadi duduk biasa dan berkata lagi : “Begitu juga dengan perkataan dan sumpah palsu”. Beliau mengulangi lagi hal demikian hingga kami mengharapkan mudah-mudahan beliau tidak menambah lagi. (Mutafaq alaihi)
6. Rasulullah SAW mengaitkan keridhoan dan kemarahan Allah SWT dengan keridhoan dan kemarahan orangtua (ridhor robbi fii ridholwaalidi wa sukhthur robbi fii sukhthul waalidi) (HR Tirmidzi). Berkaitan dengan ini, Rasulullah Shalallahu’Alaihi Wassallam bersabda (artinya) : "Keridhaan Rabb (Allah) ada pada keridhaan orang tua dan kemurkaan Rabb (Allah) ada pada kemurkaan orang tua" (Riwayat Tirmidzi dalam Jami’nya (1/ 346), Hadits ini Shohih, lihat Silsilah Al Hadits Ash Shahiihah No. 516).
KEUTAMAAN BIRRUL WALIDAIN
Pertama : Termasuk Amalan Yang Paling Mulia
Dari Abdullah bin Mas’ud mudah-mudahan Allah meridhoinya dia berkata : Saya bertanya kepada Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam: Apakah amalan yang paling dicintai oleh Allah?, Bersabda Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam: "Sholat tepat pada waktunya", Saya bertanya : Kemudian apa lagi?, Bersabada Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam "Berbuat baik kepada kedua orang tua". Saya bertanya lagi : Lalu apa lagi?, Maka Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda : "Berjihad di jalan Allah". (Diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim dalam Shahih keduanya).
Kedua : Merupakan Salah Satu Sebab-Sebab Diampuninya Dosa
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman (artinya): "Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada dua orang ibu bapaknya….", hingga akhir ayat berikutnya : "Mereka itulah orang-orang yang kami terima dari mereka amal yang baik yang telah mereka kerjakan dan kami ampuni kesalahan-kesalahan mereka, bersama penghuni-penghuni surga. Sebagai janji yang benar yang telah dijanjikan kepada mereka." (QS. Al Ahqaf 15-16)
Diriwayatkan oleh ibnu Umar mudah-mudahan Allah meridhoi keduanya bahwasannya seorang laki-laki datang kepada Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam dan berkata : Wahai Rasulullah sesungguhnya telah menimpa kepadaku dosa yang besar, apakah masih ada pintu taubat bagi saya?, Maka bersabda Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam : "Apakah Ibumu masih hidup?", berkata dia : tidak. Bersabda beliau Shalallahu ‘Alaihi Wasallam : "Kalau bibimu masih ada?", dia berkata : "Ya" . Bersabda Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam : "Berbuat baiklah padanya". (Diriwayatkan oleh Tirmidzi didalam Jami’nya dan berkata Al ‘Arnauth : Perawi-perawinya tsiqoh. Dishahihkan oleh Ibnu Hibban dan Al Hakim. Lihat Jaami’ul Ushul (1/ 406).
Ketiga : Termasuk Sebab Masuknya Seseorang Ke Surga
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
"Sungguh merugi, sungguh merugi, dan sungguh merugi orang yang mendapatkan kedua orang tuanya yang sudah renta atau salah seorang dari mereka kemudian hal itu tidak dapat memasukkannya ke dalam Surga." (HR. Muslim no. 2551, dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu)
Dari Abu Hurairah, mudah-mudahan Allah meridhoinya, dia berkata : Saya mendengar Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda: "Celakalah dia, celakalah dia", Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam ditanya : Siapa wahai Rasulullah?, Bersabda Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam : "Orang yang menjumpai salah satu atau kedua orang tuanya dalam usia lanjut kemudian dia tidak masuk surga". (Diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahihnya No. 1758, ringkasan).
Dari Mu’awiyah bin Jaahimah mudah-mudahan Allah meridhoi mereka berdua, Bahwasannya Jaahimah datang kepada Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam kemudian berkata : "Wahai Rasulullah, saya ingin (berangkat) untuk berperang, dan saya datang (ke sini) untuk minta nasehat pada anda. Maka Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda : "Apakah kamu masih memiliki Ibu?". Berkata dia : "Ya". Bersabda Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam : "Tetaplah dengannya karena sesungguhnya surga itu dibawah telapak kakinya". (Hadits Hasan diriwayatkan oleh Nasa’i dalam Sunannya dan Ahmad dalam Musnadnya, Hadits ini Shohih. (Lihat Shahihul Jaami No. 1248)
Keempat : Merupakan Sebab keridhoan Allah
Sebagaiman hadits yang terdahulu "Keridhoan Allah ada pada keridhoan kedua orang tua dan kemurkaan-Nya ada pada kemurkaan kedua orang tua".
Kelima : Merupakan Sebab Bertambahnya Umur
Diantarnya hadits yang diriwayatkan oleh Anas bin Malik mudah-mudahan Allah meridhoinya, dia berkata, Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda : "Barangsiapa yang ingin Allah besarkan rizkinya dan Allah panjangkan umurnya, maka hendaklah dia menyambung silaturrahim".
Keenam : Merupakan Sebab Barokahnya Rizki
Dalilnya, sebagaimana hadits sebelumnya.
HUKUM BIRRUL WALIDAIN
Berkata Al Qodli Iyyad: "Birrul walidain adalah wajib pada selain perkara yang haram." (Ghdzaul Al Baab 1/382)