Minggu, 18 September 2011

Kesungguhan adalah biaya
untuk mengubah impian-impian kita
... menjadi kenyataan.

Kesungguhan itu bukan hanya keasyikan
untuk berangan-angan
mencapai keberhasilan yang mudah,
dalam keraguan dan penundaan,
tetapi pembuktian keikhlasan
untuk sibuk bekerja dengan jujur.

Marilah kita membesarkan impian kita,
lalu membayarnya dengan kesungguhan
yang sesuai. 

Senin, 01 Agustus 2011

irungE Petruk lanteng

jalan ini menjadi tonggak berdirinya kota PANGGANG
jika aku besar nanti, kan ku jadikan objek petualangan sang mahkota.
jangan pergi dan jangan mencoba, hanya untuk bermain, kecuali sesaat.
nikmati indahnya dunia, bersama lekuknya sang mahkota.
INDAH NIAN.

Keutamaan Bulan Ramadhon

Keutamaan Bulan Ramadhan

 

Allah SWT berfirman :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمْ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

“Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kalian berpuasa, sebagiamana telah diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian agar kalian menjadi orang yang bertaqwa”. (Al-Baqoroh:183)

 

Imam Ahmad telah meriwayatkan dari Abu Hurairah Radiyallahu Anhu bahwasanya Nabi bersabda: “Ummatku telah diberi lima hal yang belum pernah diberikan kepada ummat-ummat sebelumnya ketika bulan Ramadhan:

1)      Bau mulut orang yang berpuasa itu lebih harum dari pada minyak kesturi di sisi Allah,

2)      Para Malaikat beristighfar untuk mereka hingga berbuka,

3)      Allah memperindah Surga-Nya setiap hari, seraya berfirman kepadanya: “Hampir-hampir para hamba-Ku yang shalih akan mencampakkan berbagai kesukaran dan penderitaan lalu kembali kepadamu,”

4)      Syaithan-syaithan durjana dibelenggu, tidak dibiarkan lepas seperti pada bulan-bulan selain Ramadhan,

5)      Mereka akan mendapat ampunan di akhir malam.” Ada yang bertanya, “Wahai Rasulullah, apakah itu terjadi pada malam Lailautl Qadar?” Beliau menjawab, “Bukan, namun pelaku kebaikan akan disempurnakan pahalanya seusai menyelesaikan amalanya.”

(Diriwaytkan oleh Al-Bazzar dan Al-Baihaqi dalam kitab Ats-Tsawaab sanadnya lemah sekali, tetapi sebagian lafazh hadits tersebut mempunyai shaid (penguat yang shahih).

 

Penjelasan

1.      Bau ini dibenci manusia, namun lebih wangi daripada minyak kesturi di sisi Allah sebab ia terlahir dari ketaatan kepada-Nya. Apa saja yang timbul dari ibadah dan ketaatan kepada Allah tentu akan dicintai oleh-Nya, serta pelakukan akan diberikan sesuatu yang lebih baik sebagai pengganti.

2.      Para Malaikat adalah hamba-Nya yang dimuliakan di sisi-Nya, sebagaimana Allah mensifati mereka dalam firman-Nya: “…Yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.” (QS At-Tahrim [66] : 6)Maka dari itu, sungguh layak apabila Allah mengabulkan doa para Malaikat untuk orang yang berpuasa. Sebab mereka memang telah diizinkan untuk itu. Allah mengizinkan para Malaikat untuk beristighfar bagi mereka untuk mengangkat, meninggikan penyebutan, serta menjelaskan keutamaan puasa ummat ini.

3.      Allah memperindah Surga(Jannah) setiap hari sebagai persiapan untuk para hamba-Nya yang shalih dan dalam rangka memotivasi mereka untuk memasukinya.

4.      Ini adalah salah satu bentuk pertolongan Allah kepada para hamba-Nya. Musuh ummat ini diikat sehingga tidak bias mengajak golongan mereka supaya menjadi penghuni Neraka yang menyala- nyala. Oleh sebab itu, dapat kita saksikan bahwa pada bulan ini orang-orang shalih mempunyai keinginan yang lebih tinggi untk melakukan kebaikan dan menahan diri dari kejelekan dibandingkan pada bulan-bulan lainnya.

5.      Allah mengampuni ummat Muhammad saw pada setiap akhir malam bulan ini. Jika mereka melaksanakan apa yang seharusnya dikerjakan pada bulan yang mulia ini, berupa puasa dan shalat, maka Allah akan memberikan karunia dengan menyempurnakan pahala mereka ketika telah selesai mengerjakan amal-amal mereka. Sesungguhnya orang yang beramal akan disempurnakan pahala amalnya setelah selesai mengerjakannya.

Minggu, 10 Juli 2011

Berbakti Kepada Kedua Orang Tua

Materi MOS (Masa Orientasi Siswa) SMPN 5 Panggang

Hari/Tanggal           : Senin / 11 Juli 2011

Pembicara                : Alex Nurwidiyanto, S.Pd

Description: basmalah

Birrul Waalidain

(Berbakti Kepada Kedua Orang Tua)

 

Birul walidain (berbakti kepada kedua orang tua) termasuk amalan yang paling utama, bahkan hak mereka adalah hak yang kedua setelah hak Allah dan Rasul-Nya.

Al Birr mengandung arti mentaati.

Lawan dari Al Birr adalah Uquuq (durhaka), Termasuk ‘Uquuq (durhaka) kepada orang tua adalah menyelisihi/ menentang keinginan-keinginan mereka dari (perkara-perkara) yang mubah, apalagi sunnah, bahkan terlebih perkara yang wajib.

Berkata Syaikhul Islam Ibn Taimiyyah mudah-mudahan Allah merahmatinya: Berkata Abu Bakr di dalam kitab Zaadul Musaafir "Barangsiapa yang menyebabkan kedua orang tuanya marah dan menangis, maka dia harus mengembalikan keduanya agar dia bisa tertawa (senang) kembali". (Ghadzaul Al Baab 1/382).

Kedudukan Birrul walidain dalam Islam :

1.      Birrul walidain atau berbuat baik kepada ibu bapak diletakkan oleh Allah SWT dalam al Qur’an langsung sesudah perintah beribadah hanya kepada Nya semata dan  sesudah larangan mempersekutukan Nya seperti dalam Qur’an surat Al Isra’ (17) ayat 23,24 : “wa’budullaha wa laa tusyrikuu bihi syai’a wa bil waalidaini ihsaanaa” dan pada ayat lain al Qur’an surat 2 ayat 83 dan surat 4 ayat 36.

2.      Allah SWT mewasiatkan kepada umat manusia untuk berbuat baik kepada kedua orangtua seperti pada Qur’an surat 31 ayat 14 : “wa washshoinal insaana biwaalidaihi”  dan ayat 46 ayat 15. Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu-bapaknya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada  ibu bapakmu (Luqman: 14). Semua ayat ini dan yang selainnya menunjukkan keagungan hak kedua orang tua. Sungguh Allah telah menjelaskan keadaan seorang ibu, beliau telah mengandung anaknya dalam keadaan kelemahan di atas kelemahan (keadaan yang sangat lemah). Dia mengandung dan melahirkan dalam keadaan yang lemah, susah, dan payah. Sebagaimana di dalam firman Allah ta’ala:

Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada ibu bapaknya, ibunya telah mengandung dengan susah payah, dan melahirkan dengan susah payah (pula) (Al Ahqaf: 15)

3.      Allah SWT meletakkan perintah berterima kasih kepada kedua orangtua sesudah perintah berterima kasih kepada Allah SWT seperti pada surat Luqman ayat 14.

4.      Rasulullah SAW meletakkan birrul walidain(berbuat baik kepada orang tua) sebagai amalan yang disukai atau yang terbaik sesudah sholat tepat waktu.

5.      Rasulullah SAW meletakkan ‘uququl walidain (durhaka kepada kedua orangtua) sebagai dosa besar nomor dua sesudah syirik kepada Allah sebagaimana yang diriwayat oleh Abu Bakrah Nufa’I ibnu al Harits ra, dia berkata : Rasulullah SAW bersabda : “Tidakkah akan kuberitahu kepada kalian dosa-dosa yang paling besar?”. Beliau mengulanginya pertanyaan tersebut hingga tiga kali. Kemudian para shahabat mengiyakan. Lalu Rasulullah SAW menyebutkan : “ yaitu menyekutukan Allah dan durhaka kepada Ibu Bapak”. Kemudian beliau merubah posisi duduknya yang semula bersandar menjadi duduk biasa dan berkata lagi : “Begitu juga dengan perkataan dan sumpah palsu”. Beliau mengulangi lagi hal demikian hingga kami mengharapkan mudah-mudahan beliau tidak menambah lagi. (Mutafaq alaihi)

6.      Rasulullah SAW mengaitkan keridhoan dan kemarahan Allah SWT dengan keridhoan dan kemarahan orangtua (ridhor robbi fii ridholwaalidi wa sukhthur robbi fii sukhthul waalidi) (HR Tirmidzi). Berkaitan dengan ini, Rasulullah Shalallahu’Alaihi Wassallam bersabda (artinya) : "Keridhaan Rabb (Allah) ada pada keridhaan orang tua dan kemurkaan Rabb (Allah) ada pada kemurkaan orang tua"  (Riwayat Tirmidzi dalam Jami’nya (1/ 346), Hadits ini Shohih, lihat Silsilah Al Hadits Ash Shahiihah No. 516).

KEUTAMAAN BIRRUL WALIDAIN

Pertama : Termasuk Amalan Yang Paling Mulia
Dari Abdullah bin Mas’ud mudah-mudahan Allah meridhoinya dia berkata : Saya bertanya kepada Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam: Apakah amalan yang paling dicintai oleh Allah?, Bersabda Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam: "Sholat tepat pada waktunya", Saya bertanya : Kemudian apa lagi?, Bersabada Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam "Berbuat baik kepada kedua orang tua". Saya bertanya lagi : Lalu apa lagi?, Maka Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda : "Berjihad di jalan Allah".
(Diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim dalam Shahih keduanya).

Kedua : Merupakan Salah Satu Sebab-Sebab Diampuninya Dosa
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman (artinya): "Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada dua orang ibu bapaknya….", hingga akhir ayat berikutnya : "Mereka itulah orang-orang yang kami terima dari mereka amal yang baik yang telah mereka kerjakan dan kami ampuni kesalahan-kesalahan mereka, bersama penghuni-penghuni surga. Sebagai janji yang benar yang telah dijanjikan kepada mereka." (QS. Al Ahqaf 15-16)

Diriwayatkan oleh ibnu Umar mudah-mudahan Allah meridhoi keduanya bahwasannya seorang laki-laki datang kepada Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam dan berkata : Wahai Rasulullah sesungguhnya telah menimpa kepadaku dosa yang besar, apakah masih ada pintu taubat bagi saya?, Maka bersabda Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam : "Apakah Ibumu masih hidup?", berkata dia : tidak. Bersabda beliau Shalallahu ‘Alaihi Wasallam : "Kalau bibimu masih ada?", dia berkata : "Ya" . Bersabda Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam : "Berbuat baiklah padanya". (Diriwayatkan oleh Tirmidzi didalam Jami’nya dan berkata Al ‘Arnauth : Perawi-perawinya tsiqoh. Dishahihkan oleh Ibnu Hibban dan Al Hakim. Lihat Jaami’ul Ushul (1/ 406).

Ketiga : Termasuk Sebab Masuknya Seseorang Ke Surga
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
"Sungguh merugi, sungguh merugi, dan sungguh merugi orang yang mendapatkan kedua orang tuanya yang sudah renta atau salah seorang dari mereka kemudian hal itu tidak dapat memasukkannya ke dalam Surga." (HR. Muslim no. 2551, dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu)

Dari Abu Hurairah, mudah-mudahan Allah meridhoinya, dia berkata : Saya mendengar Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda: "Celakalah dia, celakalah dia", Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam ditanya : Siapa wahai Rasulullah?, Bersabda Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam : "Orang yang menjumpai salah satu atau kedua orang tuanya dalam usia lanjut kemudian dia tidak masuk surga". (Diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahihnya No. 1758, ringkasan).

Dari Mu’awiyah bin Jaahimah mudah-mudahan Allah meridhoi mereka berdua, Bahwasannya Jaahimah datang kepada Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam kemudian berkata : "Wahai Rasulullah, saya ingin (berangkat) untuk berperang, dan saya datang (ke sini) untuk minta nasehat pada anda. Maka Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda : "Apakah kamu masih memiliki Ibu?". Berkata dia : "Ya". Bersabda Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam : "Tetaplah dengannya karena sesungguhnya surga itu dibawah telapak kakinya". (Hadits Hasan diriwayatkan oleh Nasa’i dalam Sunannya dan Ahmad dalam Musnadnya, Hadits ini Shohih. (Lihat Shahihul Jaami No. 1248)

Keempat : Merupakan Sebab keridhoan Allah
Sebagaiman hadits yang terdahulu "Keridhoan Allah ada pada keridhoan kedua orang tua dan kemurkaan-Nya ada pada kemurkaan kedua orang tua".

Kelima : Merupakan Sebab Bertambahnya Umur
Diantarnya hadits yang diriwayatkan oleh Anas bin Malik mudah-mudahan Allah meridhoinya, dia berkata, Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda : "Barangsiapa yang ingin Allah besarkan rizkinya dan Allah panjangkan umurnya, maka hendaklah dia menyambung silaturrahim".

Keenam : Merupakan Sebab Barokahnya Rizki
Dalilnya, sebagaimana hadits sebelumnya.

HUKUM BIRRUL WALIDAIN

Berkata Al Qodli Iyyad: "Birrul walidain adalah wajib pada selain perkara yang haram." (Ghdzaul Al Baab 1/382)


Jumat, 15 April 2011

Padi yang menguning di musim penghujan yang panjang di tahun , sanan, sendangarum, minggir, Sleman Jogjakarta, nan menyegarkan.

Profil Indek Bias Oli Mesran dan Oli Top-1 terhadap Variasi Jarak Tempuh

 

Alex Nurwidiyanto dan Moh. Toifur

e-mail : alexnurwidiyanto@yahoo.co.id

Program Magister Pendidikan Fisika Universitas Ahmad Dahlan

Kampus II: Jl. Pramuka 42, Sidikan, Yogyakarta 55161

 

Abstrak - Telah dilakukan penelitian indek bias oli Mesran dan TOP-1 pada variasi jarak tempuh sepeda motor dari 100 – 900 km dengan tujuan untuk mengetahui profil indek bias kedua oli. Sebagai sampel diambil kedua jenis oli yang memiliki angka kekentalan sama SAE 20W-50, sepeda motor yang digunakan adalah Honda Supra X125 2006. Eksperimen dilakukan menggunakan prinsip pembiasan cahaya pada kaca planparalel berukuran 75x25x10 mm3. Sebagai sumber cahaya digunakan laser HeNe merah, 1 mW, 630 nm. Sudut datang divariasi dari 30° - 70° dan sudut bias diamati. Nilai indek bias ditentukan melalui slope grafik antara sin i dan sin r hasil fitting menurut garis lurus. Parameter kualitas kedua oli ditentukan dari besarnya slope grafik. Oli yang baik yang memiliki indek bias relatif stabil terhadap variasi jarak. Hasil penelitian secara umum menunjukan bahwa kedua oli memiliki indek bias semakin kecil terhadap pertambahan jarak. Indek bias oli TOP-1 relatif sama dengan indek bias oli Mesran. Pada jarak 0 s.d. 400 km, indek bias oli Mesran relatif lebih stabil dibandingkan dengan minyak pelumas Top-1, sementara pada jarak 400 s.d. 900 km terjadi keadaan yang sebaliknya yaitu indek bias oli Top-1 relatif lebih stabil dari oli Mesran. Dengan demikian kedua oli memiliki keunggulan masing-masing.

 

 


I. PENDAHULUAN

 

Pelumas adalah bahan penting bagi kendaraan bermotor. Memilih dan menggunakan pelumas yang baik dan benar untuk kendaraan bermotor, merupakan langkah tepat untuk merawat mesin kendaraan agar tidak cepat rusak[1]. Berbagai merek dan jenis oli bermunculan di pasaran dengan menawarkan beragam kualitas dan harga. Mulai dari oli mineral sampai oli sintetis. Fungsi oli diantaranya memperlancar kinerja mesin pada saat berputar dan saling bergesekan, menjaga agar gesekan-gesekan yang ada dapat diredam, memberi lapisan pelindung pada onderdil-onderdil yang saling bergesekan sehingga keausan dan kerusakan yang mungkin terjadi dapat dicegah seminimal mungkin, dan sebagai pendingin [2].

Kebanyakan oli sintetis merupakan produk impor dan proses pembuatannya cukup rumit, sehingga harga oli sintetis jauh lebih mahal daripada oli mineral. Oli sintetis pada umumnya mempunyai titik tuang yang rendah dibandingkan dengan oli jenis mineral dan kebanyakan dipergunakan untuk kendaraan yang sering dipacu dengan kecepatan yang cukup tinggi seperti balap, cocok digunakan untuk kondisi yang ekstrim misalnya pada musim dingin, motor akan mudah di start. Kondisi di Indonesia merupakan daerah tropis yang memiliki temperatur udara bervariasi sepanjang tahun antara 22o C – 28o C [3]. Hal ini menunjukan suhunya cukup stabil, tidak terlalu panas dan tidak terlalu dingin. Penggunaan oli mineral dirasa sudah cukup atau sesuai dengan standar yang diterapkan oleh pabrikan. Sebab bila kondisi mengemudi normal, menggunakan oli sintetis sangat disayangkan akan melakukan pemborosan.

Penelitian yang telah dilakukan oleh Moh.toifur menyatakan bahwa jika dilihat dari fungsi dan kualitasnya, oli mineral tidak jauh berbeda dengan oli sintetis. Pelumas mineral dan pelumas sintetis memiliki kemampuan untuk mendisipasi energi yang hampir sama. Secara lebih detail, pada rentang frekuensi 1–100 kHz, minyak pelumas Top-1 memiliki permitivitas riil sedikit di atas minyak pelumas Mesran, namun pada rentang frekuensi 100–1000 kHz minyak pelumas Mesran memiliki permitivitas riil sedikit di atas minyak pelumas Top-1 [4].

Penelitian ini membandingkan profil indekbias oli mineral dengan menggunakan sampel oli Mesran dan oli sintetis dengan sampel Top-1 yang banyak beredar di Indonesia dengan angka kekentalan yang sama yaitu SAE 20W-50, berdasarkan fariasi jarak tempuh penggunaan. Kualitas oli dapat dilihat dari tingkat kekentalanya. Tingkat kekentalan oli adalah ukuran kekentalan dan kemampuan pelumas untuk mengalir pada temperatur tertentu. Kekentalan oli akan memengaruhi indekbias oli tersebut. Perubahan indekbias yang kecil akibat panas yang telah diberikan, dapat dijadikan indikator bahwa oli tersebut memiliki tingkat kekentalan yang lebih baik.

 

II. DASAR TEORI

 

A.       Hubungan Viskositas dengan Indek Bias

Viskositas (kekentalan) merupakan salah satu unsur kandungan oli paling rawan karena berkaitan dengan ketebalan oli atau seberapa besar resistensinya untuk mengalir. Hubungan antara viskositas dengan indek bias cairan adalah berbanding lurus. Jika viskositas(kekentalan) zat cair naik, maka indek bias juga akan mengalami kenaikan. Indek bias minyak pelumas akan turun jika temperatur naik, dan akan naik apabila temperaturnya turun. Perubahan ini tidak akan sama untuk semua pelumas. Pelumas yang baik apablia memiliki nilai perubahan indek bias relatif kecil ketika mendapatkan panas.

 

B.       Indek Bias

Indek bias suatu medium didefinisikan sebagai perbandingan antara kecepatan cahaya dalam ruang hampa udara dengan kecepatan cahaya dalam medium [5]. Indek bias oli ditentukan berdasarkan hukum Snellius tentang pembiasan.

 

                                                                                   (1)

   

dengan   n1 = Indek bias udara (=1)

n2 = Indek bias oli

 i  = sudut sinar datang

 r  = sudut sinar bias

Jika sinar datang dari udara maka n1=1 dan n2=n merupakan indek bias medium kedua[6], sehingga persamaan (1) menjadi:

                                                                      (2)

 

III. PROSEDUR EKSPERIMEN

 

A.       Alat Dan Bahan

1       Wadah persegi panjang terbuat dari kaca tipis sebagai planparalel yang diberi oli untuk mengukur indekbiasnya berukuran 75x25x10 mm3, ketebalan kaca 0,96mm.

2       Laser HeNe merah, 1 mW, 630 nm digunakan untuk sinar datang menuju planparalel

3       Busur derajat digunakan untuk mengukur sudut datang dan sudut bias.

4  Penggaris

5  Oli Mesran dan Oli TOP – 1

6  Motor Supra X-125 tahun produksi 2006

 

B.       Prosedur Pengambilan Data

1      Mengisi kotak uji dengan oli mesran yang masih baru (Gbr. 1).

2      Menentukan sudut sinar datang  sinar laser dari 30° dan mencatat sebagai i.

3      Mengamati sudut bias pada oli dan mencatat sebagai r.

4      Mengulangi langkah b dan c untuk sudut-sudut 40°, 50°, 60° dan 70°.

5      Mengulangi langkah a sampai d untuk oli mesran setelah digunakan menempuh jarak 100km, 200km, 300km, 400km, 500km, 600km, 700km, 800km, dan  900km.

6      Mengulangi langkah a sampai dengan e untuk oli Top-1

 

 

 

Gbr. 1. Skema pembiasan cahaya pada oli

 

   Keterangan gambar:

1  = planparalel yang diisi dengan oli

2   = Laser HeNe merah

i    = sudut sinar datang

r’  = sudut sinar bias

 

C.      Prosedur Pengolahan Data

Persamaan (2) dapat ditulis dalam bentuk

                                                                        (3)

                                                                                                                                                                                    (3)

Karena sudut i divariasi maka akan menghasilkan pasangan sudut r. Dengan memisalkan x = sin i dan y = sin r maka dapat diplot grafik y vs x. Dengan mencocokan set data (xi, yi) menurut persamaan garis lurus

 

                                                                                   (4)

                                                                                                          

Maka slope grafik a bersesuaian dengan 1/n. Dengan demikian maka diperoleh indek bias n:

 

                                                                                           (5)

 

 

IV. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

 

Hasil eksperimen pada tabel 1 indek bias untuk oli Mesran dan oli TOP-1 menunjukan penurunan angka indek bias berdasar jarak tempuh penggunaan.

 

TABEL 1. INDEK BIAS BIAS OLI MESRAN DAN TOP-1

Jarak(km)

Indek Bias

Mesran

Top-1

0

1,242±0,014

1,292±0,022

100

1,241±0,010

1,282±0,027

200

1,238±0,008

1,277±0,027

300

1,233±0,017

1,271±0,042

400

1,226±0,028

1,266±0,036

500

1,220±0,033

1,263±0,042

600

1,214±0,044

1,261±0,045

700

1,208±0,067

1,259±0,045

800

1,202±0,068

1,258±0,045

900

1,193±0,062

1,256±0,047

 

Gbr 2. Grafik indek bias oli Mesran dan Top-1 berdasar variasi jarak tempuh.

 

Pada Gbr. 2 ditampilkan kurva indek bias kedua oli. Secara umum semakin besar jarak tempuh, maka semakin kecil indek biasnya. Berdasar nilai indek bias terlihat bahwa oli Mesran memiliki indek bias yang relatif sama dengan Top-1.

Untuk jarak tempuh 0 s.d. 400 km, pada oli top-1 dipotong membentuk grafik tersendiri diperoleh persamaan garis lurus y = -6E-05x + 1,2903 dengan R²=0,981. Persamaan tersebut memperlihatkan penurunan yang lebih tajam bila dibandingkan dengan perubahan setelahnya pada jarak 400 s.d. 900 km dengan persamaan garis lurus y = -2E-05x + 1,270; dengan R²=1. Hal ini dapat dijelaskan bahwa penurunan tersebut kemungkinan berkaitan dengan bahan dasar oli yang diperoleh dari proses kimia yang memerlukan proses penyetabilan kimiawi, dalam arti stabil menuju penurunan indek bias yang menurun secara landai berdasar jarak tempuh. Keadaan ini perlu adanya kajian yang lebih mendalam tentang bagaimana proses pembuatan oli sintetis yang diproses secara kimia. Pada jarak 400 s.d. 900 km memberi gambaran bahwa pada jarak ini Top-1 relatif stabil.

Oli mesran pada jarak 0 s.d 400 km, diperoleh persamaan garis lurus y = -4E-05x + 1,244 dengan R²= 0,927. Persamaan tersebut menunjukan penurunan yang stabil, berbeda ketika jarak yang ditempuh antara 400 s.d 900 km dengan persamaan garis lurusnya y = -6E-05x + 1,251; R²=0,9951 yang berarti mengalami penurunan yang lebih tajam. Keadaan ini mengindikasikan semakin jauh jarak yang ditempuh semakin berkurang kualitas oli secara tajam, sehingga oli ini dapat dikatakan kurang tahan lama bila dibandingkan oli Top-1.

 

V. KESIMPULAN

 

Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa

1.       Indek bias oli secara umum semakin kecil terhadap pertambahan jarak.

2.       Indek bias oli Mesran relatif stabil untuk jarak tempuh pendek dan sebaliknya indek bias oli TOP-1 relatif stabil untuk jarak tempuh yang lebih pajang.

 

VI. SARAN

 

1.   Perlu adanya kajian yang lebih mendalam yang berkaitan dengan proses secara kimia pembuatan oli sintetis dengan harapan dapat diperoleh hubungan antara proses kimia dengan penurunan yang tajam diawal penggunaan oli top-1.

2.   Penggunaan oli hendaknya sesuai dengan saran dari pabrik pembuat mesinya. Pemakaian oli mineral (Mesran) agar sering mengganti oli sesuai jarak tempuh yang ditetapkan oleh pabrik atau teknisi.

 

 

PUSTAKA RUJUKAN

[1]     http://duniabengkel.com/oli-sintetik-atau-mineral.asp

[2]     Yusep, Teknik-Teknik Mudah Merawat & Memperbaiki Speda Motor, Jogjakarta: Flash Books, 2010.

[3]     Nurdin. dkk, Mari Belajar Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) Untuk SMP Kelas VII, Jakarta: Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional, 2008.

[4]     Moh. Toifur dan Setiawan Ariwibowo, “Profil Rugi Dielektrik Minyak Pelumas Mesran dan Minyak Pelumas Top-1 Pada Rentang Frekuensi 1 – 1000 Khz, Prosiding Seminar Nasional Fisika, ITB Bandung, 2010.B. Foster, Terpadu Fisika SMU, Jakarta: Erlangga,  2003.

[5]     Zemansky. S, Fisika untuk Universitas 3 Optika dan Fisika Modern, Jakarta: Binacipta, 1994.

[6]     P.A. Tipler, Fisika untuk Sains dan Teknik-Jilid I (terjemahan), Jakarta: Erlangga, 1998.